Langsung ke konten utama

Postingan

Kurban Mbeeek

Hari raya Idul Adha sudah dekat. Itu berarti, kambing dan sapi sudah mulai disiapkan. Di Kotagede saja tidak hanya satu tempat yang menjual hewan kurban. Seperti tahun-tahun sebelumnya, teman-teman AMM Kotagede juga ikut meramaikan usaha pengadaan hewan kurban melalui PPHQ (Pusat Pengadaan Hewan Qurban) yang bertempat di jalan Pramuka (kalau dari terminal Giwangan, jalan lurus ke utara. Pengurusnya adalah muda-mudi Kotagede. Seperti Ramadhan kemarin, pasti suasananya seru. Tapi sayang sekali, saya nggak bisa ikut. Kali ini, saya mendapat keseruan lain, tepatnya di kantor saya. Kantor saya mendapat pesanan media iklan qurban dari suatu badan yang berpusat di Jakarta. Salah satu medianya adalah sebuah mobil keliling yang membawa boneka kambing atau sapi, dan memperdengarkan jingle ajakan berkurban ke warga kota. Dari situ diharapkan target audience mendekat ke mobil (karena mobil direncanakan akan berhenti di sekitar daerah perumahan), dan mereka mendapat informasi tentang badan terseb...

Kapan Lagi Kita Menyapa Alam ???

Belum lama ini saya bertemu dengan teman kampus yang suka berjelajah. Spontan dia bertanya, "Berani naik Semeru nggak Mam?" "Turah Wanine (=berani banget)! hahaha ... " jawabku asal. Ternyata dia agak serius juga. Setelah bertanya ke saya, dia bertanya ke teman-teman yang lain. Agaknya dia baru punya sedikit pengikut. Yah, namanya gunung Semeru, pasti orang mikir-mikir dulu untuk naik ke sana. Gunung berapi tertinggi di Jawa dengan ketinggian 3.676 m dari permukaan laut. Di gunung inilah, salah seorang aktivis Indonesia meninggal, yaitu Soe Hok Gie. Ajakan teman saya itu mengingatkan saya akan beberapa tahun yang lalu, saat masih gemar main kesana-kemari. Waktu itu sepertinya tahun 2007an. Saya ikut-ikutan naik gunung. Kalau tidak salah, namanya Gunung Gede, di daerah Bogor. Karena sedang musim liburan, tempat itu ramai pengunjung. Banyak rombongan dari berbagai daerah naik bersama-sama kami. Brrr ... seru sekali rasanya. Ketika masih di bawah, semangat masih ...

Menghias TK #3

Lanjut ke tema Menghias TK. Kali ini saya menghias teralis besi di tingkat dua. Seperti biasa, pengerjaan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembuatan bentuk2 yang akan ditempel. Dimulai dari sketsa di kertas, kemudian dituangkan di atas spon, lalu digunting. Potongan-potongan tadi disatukan dengan lem. Nah, tahap pertama ini saya mendapat dua orang partner. Sehingga pengerjaan menjadi lebih cepat selesai. Tahap kedua, yaitu penempelan di teralis. Tidak seperti biasanya, kali ini tidak menggunakan lem atau double tape, tapi kawat besi. Tahap yang kedua saya kerjakan malam hari, bersama seorang teman. Walau hanya menempel, tapi prosesnya cukup memakan waktu. Malam itu selesai sekitar pukul 2 dini hari. Di perjalanan pulang, tiba-tiba turun hujan. Untung sudah selesai ... :)

Keroncongku Kini

Apa yang terjadi ketika kantor anda mati listrik? Melamun? Ngobrol? Ngemil? Atau main dakon ? Di kantor saya, tiba-tiba para karyawan jadi musisi dadakan. Seperti beberapa waktu yang lalu. Mereka membawakan Bengawan Solo. Dengan alat musik seadanya, yang penting gayeng.

Menghias TK #2

Setelah beberapa waktu yang lalu saya menghias dinding luar TK, kemarin hiasan dilanjutkan di pintu kelas. Masih dengan bahan spon yang dipotong-potong dan disatukan dengan lem. Kali ini hiasan hanya ditempel dengan double tape . Tema hiasan kali ini berbeda untuk masing-masing kelasnya. Ada bunga, buah, kereta api, dan cita-cita anak. Sebenarnya hiasan sudah selesai dari kemarin-kemarin. Tapi waktu menempel yang tertunda-tunda membuat pekerjaan ini terasa lama sekali. Hari Senin-Jum'at saya masuk kuliah n kerja, sehingga pengerjaan hanya bisa dilakukan Sabtu & Ahad. Di kedua hari itupun kemarin baru sempat mengerjakan pada malam hari. Tempel-tempel Hari pertama penempelan, saya datang sekitar pukul sembilan malam. Lampu dipasang, dan ternyata saya lupa belum membeli double tape . Akhirnya muter-muter mencari double tape . Karena toko-toko di Kotagede jam segitu sudah tutup, ketemunya di ind**art, itupun tinggal sebiji. Mencari di tempat lain, ternyata hanya tersisa 2 b...

Syawalan Mantaqo PNF

Kemarin (7/9/2011) pengajian anak-anak di tempat saya (Mantaqo & PNF) mengadakan syawalan. Selain halal bi halal, dalam acara tersebut ada pembagian hadiah lomba  dan pengajian. Lomba yang dimaksud adalah lomba 'mencari jejak', lomba intern pengajian Mantaqo PNF yang diadakan hari Senin (5/9/2011). Dalam lomba tersebut, adik-adik yang terbagi menjadi beberapa regu dibekali sebuah peta yang akan mengantarkan mereka ke beberapa pos yang tersebar di sekitar daerah tempat tinggal saya. Di setiap pos terdapat soal yang harus dikerjakan, meliputi bidang agama Islam, ilmu pengetahuan umum, matematika, bahasa Inggris, yell, dsb. Pengajian pagi hari itu diisi oleh Pak Dodo, mantan pengasuh pengajian Mantaqo. Beliau sudah punya anak, dan sekarang anaknya ikut pengajian ini juga. Pak Dodo bercerita tentang orang yang kikir.