Langsung ke konten utama

Postingan

"Brosur Lebaran Kotagede", Wadah Belajar Bersama

Alhamdulillah, sebentar lagi kita bakal bertemu bulan Ramadhan lagi. Saatnya kembali menatar diri menjadi pribadi yang lebih baik. Ramadhan di Kotagede, ada ciri khas yang melekat, yang mungkin tidak ada di beberapa tempat lain. Di sini ada pawai takbir keliling malam Idul Fitri, ada silaturahmi dari rumah ke rumah di bulan Syawal, dan yang pasti ada Brosur Lebaran. Yang terakhir ini sudah ada sejak lima puluh tahun yang lalu. Kata orang-orang tua di sini, Brosur adalah ciri khas Lebaran Kotagede. Kalau belum beli Brosur Lebaran, terasa belum lebaran, terutama bagi orang-orang Kotagede yang menetap di luar kota. Brosur Lebaran bisa menjadi media untuk melihat-lihat ada apa di Kotagede setahun terakhir. Ya ... setahun terakhir, karena Brosur Lebaran cuma terbit setahun sekali, yaitu setiap hari raya Idul Fitri. Kok bisa terbit setahun sekali? Siapa yang bikin ya? Nah, itu hasil dari kerjasama rekan-rekan muda di Kotagede yang tiap bulan Ramadhan selalu membentuk kepanitiaan. ...

Pameran Tugas Akhir DKV ISI Yogyakarta 2013

Selamat-selamat! Selamat ya teman-teman, Tugas Akhir kalian sudah jadi. Berikut ini beberapa dokumentasinya.

Menghias TK #5

Nah, yang ini mural TK sudah sejak bulan Mei tahun ini. Ada dua dinding yang digambar. Dengan deadline yang cukup mendesak, akhirnya saya meminta bantuan teman-teman saya. Dinding yang satu saya serahkan ke dua orang teman kampus, sedangkan dinding yang lebih besar saya kerjakan bertiga bersama teman-teman dari Kotagede.

Menghias TK #4

Berkarya untuk anak-anak selalu menyenangkan. Kemarin TK tempat saya mengajar baru saja direnovasi. Ada penambahan ruang kelas di balik ruang aula, sehingga ada pintu baru dari aula menuju kelas. Otomatis, gambar yang sudah ada di aula terpotong oleh pintu baru, sehingga harus digambar ulang. Hape saya letakkan di kursi, dan sesekali mengambil foto diri sendiri. Sebenarnya foto yang terambil lumayan banyak, tapi sampai di rumah hape saya eror. Banyak foto yang hilang, dan yang tersisa hanya beberapa di awal dan hasil akhirnya saja.

Jalan-jalan Pelestari Pusaka di Surabaya

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat jatah liburan 10 hari di Surabaya. Sebenarnya bukan liburan murni, tetapi ada 2 acara di sana. Yang pertama adalah pelatihan membuat aplikasi smartphone jelajah pusaka. Jelajah pusaka adalah jalan-jalan di kawasan pusaka. Sebagai contoh, di Kotagede orang bisa jalan-jalan menikmati bangunan-bangunan khas, lorong-lorong sempit, menikmati dan menonton proses pembuatan makanan khas daerah ini, menjumpai kehidupan masyarakatnya, dan masih banyak lagi. Yang dijumpai di situ bisa dikatakan sebagai potensi pusaka Kotagede. Dalam acara ini terdapat 10 kelompok peserta dari berbagai daerah di Indonesia, serta 5 kelompok sebagai observer kegiatan.  Acara yang kedua adalah temu pusaka indonesia 2012. Di sini berkumpul para pecinta dan pelestari pusaka dari berbagai daerah di Indonesia, dengan tema  “Pusaka Rakyat: Pelestarian Kampung beserta Lingkungan dan Budayanya”. Dalam kedua acara tersebut, saya dan teman saya mewakili organisasi pel...

Kampus to Kampung #4 Pentas Seni dan Pameran

Minggu pagi, komik mulai didisplay di tembok-tembok kampung Pekaten dan di pendapa Ngaliman sebelah timur kantor Yayasan Kantil. Begitu juga dengan gambar anak-anak hasil lomba. Pukul 13.00 WIB, sudah terpasang terpal dan tikar di lapangan Youngco. Di situ warga Pekaten dan mahasiswa dkv ISI Yogyakarta duduk berhadap-hadapan. Di tengah-tengah mereka terhidang nasi gudangan beralas daun pisang yang ditata memanjang. Siang itu mahasiswa bersama warga mengadakan acara Dahar Kembul. Itu adalah istilah dalam bahasa Jawa. Dahar berarti makan, dahar kembul berarti makan sepiring untuk bersama.

Kampus to Kampung #3 Sign System & Mural

Setelah jalan-jalan, tanya-tanya, dianalisis, kemudian dipikir-pikir, maka muncullah sesuatu untuk dituangkan. Dicarilah secarik kertas kosong untuk dicorat-coret, kemudian dipoles di komputer. Setelah itu diperiksakan untuk mendapat nilai dan komentar. Diperbaiki dulu, kemudian hasilnya baru digoreskan ke media yang sebernarnya. Begitulah kata-kata sederhana dari perancangan signsystem dan mural di Pekaten dalam rangkaian sub event Kampus to Kampung. Mural di sini diposisikan sebagai bagian dari signsystem . Suatu malam, beberapa anggota tim signsystem datang ke mushola Assalam Pekaten. Bergabung dengan bapak-bapak dan ibu-ibu kampung Pekaten. Tim mempresentasikan rancangan signsystem dan mural yang sudah mereka buat, serta membahas acara pentas seni yang akan mereka selenggarakan bersama. Tanggapan dan masukan pun didapat.