Langsung ke konten utama

Miris


Miris ....

Seakan tertusuk sebilah pedang tajam ...
Ketika kulihat wajah mereka dari depan layar monitor ini.




Kantor saya kemarin mendapat job membuat iklan bertema Somalia. Iklan itu mengajak audience untuk membantu rakyat Somalia, yang selama ini berada di bawah garis kemiskinan.

Begitu miskinnya, bahkan sangat kekurangan sekali, sampai untuk makan sehari-hari pun. Dampaknya, tubuh anak-anak Somalia berwujud seperti itu. Miris sekali.

Ketika mencari contoh-contoh foto di mbah Google, seakan saya diingatkan kembali. Begitu beruntungnya saya, terlahir di keluarga yang jauh lebih beruntung dari mereka.
Kendati begitu, kerap kali saya merasa kekurangan atas apa yang ada.

Memang benar, kebutuhan dunia takkan ada habisnya jika dituruti. Semakin banyak memiliki, maka semakin banyak kebutuhan akan muncul.

Di sebagian rizki yang diperoleh, terdapat hak milik orang lain yang membutuhkan. Itulah kenapa diciptakan si miskin di samping sang kaya.

Bulan puasa, bulan dimana setiap amalan akan dilipatkan pahalanya, menjadi ladang yang paling subur untuk menanam benih-benih amalan.

Malam ini masih malam ke-16. Masih separuh perjalanan lagi. Jangan biarkan cepat berlalu, ya Rabb. Jadikan setiap detik waktuku berarti. Tidak hanya untuk diriku,
tapi juga untuk orang lain ... Amiiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamisketsa, Coretan Kuliner Jogja

I am Kamisketsa and I come from Kotagede, Yogyakarta, Indonesia. My username “kamisketsa” is from two words: “kamis” which means Thursday and “sketsa” which means sketch. I use that name because I did my first sketch on a Thursday morning. Since that day, I have always uploaded a sketch on my Facebook page every Thursday. I also upload photos of places that I sketch.

Kilas Balik Perjalanan Karya Imam Zakaria (2008-2011)

Tempat pertama yang mengenalkan saya ke ilmu desain adalah Prodi Desain Komuniksai Visual ISI Yogyakarta. Waktu itu, bulan Juli 2008 saya mengikuti ujian masuk dkv ISI Jogja gelombang pertama. Tanpa persiapan yang matang. Entah itu teori desain atau belajar menghadapi tes masuk. Saat itu saya membawa pensil warna 12 warna milik adik saya. Dan pada saat tes wawancara, saya berhadapan dengan dua orang dosen penguji, yang belakangan saya baru tahu bahwa dua orang bapak itu adalah Pak Koskow dan Pak Baskoro. Di ruangan itu saya ditanya kenapa saya masuk ISI? “Karena saya ingin bekerja berdasar hobi saya, yaitu menggambar”, jawaban singkat saya. Ya, begitulah, di pikiran saya waktu itu, menurut saya pekerjaan yang tidak akan pernah membosankan adalah pekerjaan yang didasari oleh hobi. Karena akan dijalani dengan penuh suka cita.

Mural TK Baru #2

Akhirnya mural TK baru sudah selesai. Dinding halaman depan sudah seperti TK pada umumnya, yang kaya akan gambar, dimana gambar-gambar tersebut diharapkan dapat melatih imajinasi dan kreatifitas anak.