Langsung ke konten utama

Mural TK Baru #2

Akhirnya mural TK baru sudah selesai. Dinding halaman depan sudah seperti TK pada umumnya, yang kaya akan gambar, dimana gambar-gambar tersebut diharapkan dapat melatih imajinasi dan kreatifitas anak.






Brief & Konsep

Menurut Pak Iwan (pengurus TK), TK yang saya garap kali ini mempunyai keunggulan dalam pendidikan akidahnya. Shalat dan membaca Al Qur'an dengan baik dan benar diajarkan sejak dini. Harapannya, dengan fondasi aqidah yang kuat, anak bisa meraih masa depan yang gemilang. Hal tersebut divisualkan dengan anak-anak yang bergandengan tangan mengelilingi bola dunia dan bendera negara-negara di dinding sebelah atas. Imajinasi anak tentang masa depannya juga dimunculkan lewat beberapa gambar profesi di dinding pagar. Masih berhubungan dengan pendidikan akidahnya, di atas gambar profesi terdapat balon kata yang berisi huruf-huruf hijaiyah, yang dapat diartikan bahwa mereka bisa sukses karena akidah yang kuat dalam diri mereka. Selain itu, gambar huruf-huruf itu juga diharapkan menjadi reminder anak pada pelajaran mengaji yang diterima di kelas. Mereka bisa bisa bermain dan belajar di halaman.



Sebelum memulai pengerjaan, saya menunjukkan sketsa dan beberapa contoh mural yang pernah saya kerjakan di TK sebelumnya. Komentar sekaligus keyword yang saya tangkap dari Pak Iwan untuk mural kali ini adalah "Tidak usah terlalu ramai ya mas. Dibikin elegan." Memang, pengurus TK yang saya garap dulu menghendaki warna-warna yang cenderung ngejreng dan suasana TK yang ramai. Dari situ, saya berpikir bahwa mural yang akan saya kerjakan hanya di bagian-bagian tertentu saja, tidak perlu membuat background yang menutup sebagian besar cat tembok dasar. Kalaupun perlu membuat gambar latar yang luas, saya akan menggunakan warna monokrom/netral, yaitu satu warna hue yang dikombinasikan dengan gelap terang, di mana warna 'hue' yang saya mainkan menyesuaikan warna dasar tembok.

Pengerjaan & Tambahan

Tembok luar TK yang akan saya gambari sudah dicat dengan kombinasi warna harmonis antara merah ke ungu. Sesuai rencana, saya tidak mengubah warna dasar menjadi warna lain.

Proses pengerjaan saya kerjakan bersama teman-teman. Dua hari pertama saya kerjakan bersama teman saya di Kotagede, selanjutnya saya kerjakan bersama teman kuliah. Tambahan gambar seperti hewan, tulisan TK dan rumput saya gambar atas permintaan dari pemilik TK setelah melihat gambar yang masih dalam proses. Waktu pengerjaan yang semula saya rencanakan hanya dua hari saja menjadi bertambah lama.



Dalam proses pengerjaan sepertinya ada sedikit perbedaan selera antara Pak Iwan dengan pemilik TK. Pak Iwan adalah pengurus TK yang meminta bantuan saya untuk membuat mural, menghendaki nuansa elegan. Sementara pemilik TK, sebagai atasan Pak Iwan, menghendaki nuansa anak-anak yang ramai dan ceria. Oleh karena itu banyak tambahan yang diberikan oleh beliau (pemilik TK), salah satunya rumput hijau di bawah bendera. Semula, saya hanya akan menggunakan kombinasi warna monokrom dengan warna dasar merah, menyesuaikan warna cat dasar yang berwarna merah muda. Saya menambahkan suasana alam berupa siluet alam dengan dua lapis warna merah muda yang lebih tua dari warna dasar. Warna yang lebih tua tersebut terlihat seakan lebih dekat, sehingga dari kombinasi warna itu tercipta sebuah ruang maya harmonis.

Kombinasi warna monokrom memang sangat sederhana, dalam penerapannya tidak banyak resiko dan mudah diterima mata. Karena kenyamanan di mata, kombinasi warna ini banyak digunakan dalam warna interior rumah. Namun, kelemahan kombinasi ini adalah akan terlihat membosankan. Benar juga. Setelah dicek oleh pemilik TK, dia berpendapat bahwa mural saya seperti belum ada muralnya alias datar sekali. Karena di mural saya sudah ada siluet daun dan bunga, dia meminta siluet tersebut diwarnai dengan warna yang terlihat jelas, yaitu warna hijau rumput dan merah bunga. Padahal menurut saya, warna-warna itu dalam jumlah yang besar akan menambah suasana menjadi tambah ramai. Warna hijau rumput dan merah memang warna kontras, tapi perpaduan warna itu sudah biasa dipakai. Namun ada benarnya juga menambah warna hijau dan merah di situ, terutama untuk memecah kebosanan.


Dengan mempertimbangkan saran dan berusaha tetap elegan, akhirnya saya memakai kombinasi warna clash, yaitu dua warna yang berlawanan tetapi bergeser 1 hue. Kombinasi ini tidak harmonis dan tidak enak dipandang, tapi dengan teknik tertentu, akan didapat paduan warna yang inovatif. Warna hijau yang saya gunakan adalah hijau yang saya geser ke biru. Paduan warna tersebut dengan merah muda terlihat lebih elegan dibanding paduan hijau rumput dengan merah muda. Warna itu saya gunakan dengan memunculkan rumput baru di depan siluet rumput yang sudah ada, sehingga menambah dimensi siluet. Saya juga menambah gambar batu dengan warna abu-abu. Warna abu-abu relatif aman, sehingga dengan pemilihan gelap terang yang tepat akan diperoleh kombinasi yang nyaman. Untuk merah pada bunga, saya cukup memainkan gelap terang merah tersebut. Saya gunakan kombinasi warna merah yang lebih tua dengan tangkai yang semakin mengecil ke bawah agar tetap elegan. Hasilnya, ternyata penambahan sedikit rumput dan batu cukup bisa memecah kebosanan tanpa membuatnya terkesan terlalu ramai.




Akhirnya, saya menambah rumput, jamur, dan hewan-hewan kecil di tembok pagar. Tidak kelewatan juga tiang besi yang ada di dekat pagar, saya mural dengan motif pohon hijau, namun saya belum mengambil fotonya. Untuk karakter gambar manusia maupun hewan, saya masih menampilkan sedikit gaya chibi yaitu dengan badan kecil serta kepala dan mata yang besar. Gaya ini saya pilih karena cenderung lebih ekspresif dan sederhana.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumandang Takbir Kotagede 1432 H

Kumandang takbir menggema, suarakan kemenangan menyambut hari nan fitri. Memenuhi jalanan Kotagede, sangat terasa semangat putra putri kota perak itu. Jogja Istimewa Senin 29/08/2011, barisan takbir anak-anak dari beberapa pengajian anak di Kotagede memenuhi jalanan Kotagede bagian selatan. Start dari SMA N 5 (jl. Nyi Pembayun), dan finish di depan kantor kelurahan desa Jagalan (Jl. Mondorakan). Takbir keliling yang diadakan tiap tahun ini diadakan oleh sie pawai AMM Kotagede. Kegiatan ini dilombakan, dan tema tahun ini adalah "Keistimewaan Jogja dalam Keistimewaan Takbir". Dari tema, sudah terbayang atribut-atribut yang muncul pada malam hari itu. Pasti tidak jauh dari pakaian adat Jogja, terutama batik. Begitu juga dengan pengajian di tempat saya tinggal, yang memakai jarik sebagai bagian dari kostum takbir mereka. Salah satu daya tarik dalam event ini adalah kreatifitas peserta. Dari satu tema, bisa berkembang menjadi berbagai macam tampil...

Kilas Balik Perjalanan Karya Imam Zakaria (2008-2011)

Tempat pertama yang mengenalkan saya ke ilmu desain adalah Prodi Desain Komuniksai Visual ISI Yogyakarta. Waktu itu, bulan Juli 2008 saya mengikuti ujian masuk dkv ISI Jogja gelombang pertama. Tanpa persiapan yang matang. Entah itu teori desain atau belajar menghadapi tes masuk. Saat itu saya membawa pensil warna 12 warna milik adik saya. Dan pada saat tes wawancara, saya berhadapan dengan dua orang dosen penguji, yang belakangan saya baru tahu bahwa dua orang bapak itu adalah Pak Koskow dan Pak Baskoro. Di ruangan itu saya ditanya kenapa saya masuk ISI? “Karena saya ingin bekerja berdasar hobi saya, yaitu menggambar”, jawaban singkat saya. Ya, begitulah, di pikiran saya waktu itu, menurut saya pekerjaan yang tidak akan pernah membosankan adalah pekerjaan yang didasari oleh hobi. Karena akan dijalani dengan penuh suka cita.

Mancing di "Pantai Pribadi" Ngobaran

Liburan di akhir pekan biasanya harus rela berbagi tempat dengan wisatawan lain yang juga ingin menikmati hari liburnya. Terakhir kali ke pantai daerah Gunung Kidul kemarin, saya harus melewati kemacetan yang terjadi di jalan menuju deretan pantai di sana. Mulai pantai Baron sampai Indrayanti, jalan dipenuhi dengan mobil yang datang maupun pergi. Sampai di Indrayanti, rasanya seakan-akan Malioboro pindah ke Gunung Kidul. Kerumunan orang sudah seperti cendol di es dawet, padet. Semakin ramainya orang membincangkan keelokan pantai Gunung Kidul dari mulut ke mulut sampai dengan online, seperti saya ini, membuat pantai-pantai daerah itu semakin ramai pengunjung, didukung dengan semakin banyaknya fasilitas seperti kamar mandi dan penjual makanan di pinggir pantai. Belajar dari pengalaman kemarin, liburan kali ini saya dan teman-teman menentukan tujuan jalan-jalan kali ini adalah pantai di sebelah barat pantai Baron, yaitu pantai Ngobaran. Jalur menuju Ngobaran agak berbeda dengan jalur ke...